Dewi Cinta Penebar Maut
Minggu, Oktober 12, 2008 11:50:03
Dewi Venus dipuja bangsa Romawi lantaran kecantikan dan kebaikan hatinya yang penuh cinta. Namun, bagi para serangga venus justru menjadi malaikat pencabut nyawa. Kecantikannya hanyalah pemikat yang mengantarkan mereka menuju gerbang kematian. Dialah venus fly trap alias Dionaea muscipula. Sosok tanaman pemangsa serangga itu memang indah. Pada setiap daun terdapat sepasang cuping berwarna merah mencorong atau hijau muda. Di bagian tepi terdapat bulu-bulu halus, persis kelopak mata. Susunan daun yang tampak roset membuat penampilan anggota famili Droseraceae itu kian menawan. Pantas bila sebutan venus yang melambangkan kecantikan itu disematkan pada kerabat drosera itu.
Tak hanya keindahannya yang membuat para serangga tergoda untuk hinggap. Dari permukaan cuping mengeluarkan aroma nektar yang menggiurkan. Begitu serangga menjejakkan kaki, setengah detik kemudian kedua cuping itu mengatup menjebak mangsa. Dalam waktu sesingkat itu tak satu pun mangsa mampu meloloskan diri.
Enzim itu mengurai tubuh sang mangsa menjadi protein yang nantinya diserap tanaman untuk pertumbuhan. Setelah ‘makanan’ benar-benar habis, cuping membuka dan kembali bersiap menjebak mangsa. Begitulah cara dionaea bertahan hidup di habitat aslinya di alam.
Dionaea adalah tanaman pemangsa sesungguhnya. Ia menggunakan ’senjata’ sepasang cuping untuk menangkap serangga. Namun, cara kerja cuping menjebak mangsa hingga kini belum diketahui secara pasti. Kemungkinan sepasang cuping itu mengatup setelah serangga menyentuh rambut-rambut halus yang berada di permukaan bagian dalam cuping. Rambut-rambut itu ibarat sensor yang memicu aktivitas sel-sel pada pangkal cuping
sehingga menutup dengan cepat. Beragam keunikan dionaea juga membangkitkan minat para hobiis untuk membudidayakannya.
Kunci keberhasilan budidaya dionaea adalah :
lingkungan yang sesuai dengan habitat aslinya di alam. Salah satunya adalah menanam dionaea pada media lembap, tetapi jangan sampai tergenang. Kondisi media tergenang dapat menyebabkan busuk akar dan akhirnya mati. Media juga jangan dibiarkan terlalu kering. Agar
kelembapan media terus terjaga, letakkan pot dalam wadah berisi air setinggi 1 cm.
Air hujan
Namun, jangan sembarangan menggunakan air. Seperti tanaman karnivora lainnya, dionaea sangat peka terhadap kemurnian air. Musababnya, di habitat aslinya mereka hanya disirami air hujan yang kandungan hara atau mineralnya rendah. Oleh sebab itu, satusatunya cara untuk memenuhi kebutuhan air dionaea adalah dengan menampung air hujan pada tangki
atau kolam. Tanaman penjebak serangga itu juga sangat peka terhadap kondisi media
tumbuh. Di habitat aslinya mereka hidup di tanah minim hara dan mineral. Akibatnya sistem perakaran mereka tidak mampu menyerap air atau mineral jika konsentrasinya dalam tanah terlalu tinggi. Oleh sebab itu dionaea membutuhkan media asam yang kandungan haranya
rendah seperti campuran kompos sphagnum, perlit, dan pasir silikat yang tidak mengandung ion, dengan perbandingan 2:1:1.
Venus fly trap berasal dari daerah beriklim sedang. Di habitat aslinya, Dionaea muscipula tumbuh menghampar tanpa naungan. Itulah sebabnya ia menyukai sinar matahari langsung. Begitu juga bila dibudidayakan. Sebaiknya tanaman disimpan di tempat terbuka. Selain tanaman tampak lebih vigor, warna tanaman juga lebih mencorong sehingga penampilannya lebih menarik. Cuping dionaea juga mengatup lebih cepat sehingga mangsa tak akan sanggup meloloskan diri. Bila kelima kondisi itu terpenuhi, dionaea akan tumbuh subur. Setiap tanaman dewasa menghasilkan 30 cuping jebakan dan panjang daun mencapai 15 cm. Ia berbunga setahun sekali yakni ketika musim semi. Sekali berbunga bisa menghasilkan 40 kuntum. Sayangnya para hobiis yang merawat dionaea dari biji mesti bersabar menunggu 3-6 tahun hingga dewasa.
sumber : http://www.trubus-online.co.id/
